Love From Bima To Jawa


Senin, 16 Juli 2018
Penulis : Anas Ariansyah
Editor   : Anas Ariansyah


jalan-jalan di LUWES SURAKARTA, 2016


                                                  Love  From Bima to Jawa

Introducetion
Rian : baik, perhatian, pekerja keras, dan pintar( pacar widya ).
Anas : sopan ( sahabat baru rian ).
Rama : Kocak dan sopan ( sahabat baru rian).
Widya : cantik, cerewet, anak orang kaya ( pacar rian ).
Anna : baik ( sahabat Widya ).
Anisah : solehah, cantik, pintar, perhatian ( sahabat baru rian ).



waktu SMA dulu , pulang Les, 2014




pas masuk kuliah, lagi ikut OSPEK, 2015



                                                                              Part 1

Rian dan Widya sepasang kekasih yang saling mencintai sejak mereka duduk di bangku SMP, sepasang kekasih ini berasal dari Bima ( NTB ). Tidak terasa Rian dan Widya sudah pacaran 6 tahun. Sebentar lagi mereka akan lulus di bangku SMA, Rian masih bingung untuk menentukan jalan hidupnya, sedangkan Widya akan melanjutkan S1-Nya ke Jepang. Karena dari itu mereka akan berpisah sangat lama, dan hanya bisar LDR. Karena sebentar lagi akan berpisah Rian mengajak Widya ketemuan di tempat biasa mereka bertemu. “Chat lewat WA”
Rian     : Wid... hari ini kita bisa gak ketemuan gak?
Widya : iya Ri, aku juga pengen membicarakan suatu hal yang penting sama kamu..
Rian    : oke, di tempat biasa kita bertemu y?
Widya : iya Ri
Setelah selesai membalas chat dari Rian, Widya langsung bersiap – siap untuk menemuinya dan berangkat dengan mobil mewah dan sampai di sebuah taman tempat mereka biasa bertemu, setelah beberapa menit menunggu, Rian datang mengendarai motor butut yang biasa dia pakai untuk mengajak Widya berjalan – jalan saat mereka pacaran dulu. Rian mulai berjalan mendekati Widya, dia hanya tersenyum untuk menutupi kesedihannya karena akan berpisah dengan wanita yang sangat dia cintai.
Rian : Wid , sebentar lagi kita akan berpisah untuk waktu yang sangat lama, aku pasti sangat merindukanmu di sana.


                                                                             Part 2

Mendengar kata – kata Rian, dia hanya bisa terdiam dan menangis.
Rian : sudah jangan sedih lagi “ berusaha menghapus air mata Widya”.
Widya : besok aku mau berangkat ke Jepang untuk melanjutkan studiku, saat aku pergi kamu tidak usah sedih, karena kepergianku...
Rian : Tapi kamukan belum mengambil surat kelulusan dari sekolah....
Widya : kalau soal itu gampang Ri, ntar di kirim via paket aja ...
Rian ingin mengantarnya ke Bandar Udara, akan tetapi Widya tidak menyetujuinya, karena dia tidak ingin orang yang dia cintai menangis, karena kepergiannya. Rian tetap besikeras ingin mengantar Widya. Dia berangkat sangat pagi – pagi sekali agar Rian tidak mengetahuinya, Rian pergi ke rumah Widya ternyata wanita yang dicintainya sudah berangkat, dia tidak putus asa, dan tetap menyusul Widya ke Bandara. Tetapi sungguh disayangkan Widya sudah berangkat. Dia sungguh kecewa dengan widya dan menangis sekeras – kerasnya.
-skip di rumah-
Sesampai di rumah, Rian langsung masuk kamar, ibunya agak heran melihat tingkahnya, dan menyusulnya ke kamar.
Ibu R :  nak makan dulu dari tadi pagi kamu belum makan....
Rian : iya bu, saya lagi gak pengen makan dan sekarang saya sudah ngantuk
Ibunya hanya terdiam , dan pergi dari kamarnya.
Di dalam kamar Rian hanya marenungkan Widya “ kenapa sih Wid, kamu setega itu sama aku, kamu pergi meninggalkan aku tanpa ada perpisahan diantara kita” setelah beberapa minggu Widya menghubungi Rian melalui via telepon. Dia agak malas mendengar deringan handphonenya, karena yang menelponnya Widya dengan cepat dia mengangkat telepon tersebut.
Rian : hallo...assalamualaikum wid....
Widya : iya Ri, waalaikummussalam...maaf ya baru sempat menelponmu...
Rian : iya wid, ngak apa – apa kok, kalau boleh jujur aku kangen banget sama kamu.
Widya : sama kok Ri, aku juga kangen sama kamu, oh iya, udah dulu ya sayang, aku ada keperluan nih, assalamualaikum..
Rian : waalaikummussalam sayang...


                                                                            Part 3

Setelah mendengar suara Widya di via telepon dia sangat bahagia sekali, dia juga berpikir ingin maju, dan tidak mau menghabiskan kehidupan seperti itu saja, dia ingin saat Widya melihatnya sudah menjadi orang yang sukses, agar orang tua Widya merestui hubungan mereka, dan akhinya dia memutuskan untuk pergi merantau ke luar kota. Rian langsung membereskan semua barang – barang keperluannya selama perjalanan. Sebelumnya dia pamit terlebih dahulu pada ibunya sebelum dia berangkat besok.
Rian : bu, besok saya mau pergi merantau ke luar kota selama 4 tahun, saya mau berkerja, cari banyak uang, biar saat Widya pulang saya sudah menjadi orang yang sukses.
Ibu : iya nak, ibu selalu mendukung dan mendo,akan kamu, tapi ibu gak punya biaya buat kamu berangkat besok, ntar ibu mau cari pinjaman dulu.
Rian : gak usah bu, saya jual aja motornya, biar ibu gak punya hutang kepada siapapun
Ibu : iya nak, menangis ”memeluk rian”
Keluarga Rian adalah keluarga yang sederhana, walaupun mereka susah mereka tidak pernah berhutang kepada siapapun. Keesokan harinya dia pergi menjual motornya, dan harga motor tersebut hanya cukup untuk biaya ongkos bus dan kostnya selama sebulan di tanah rantauan. setelah selesai menjual motornya Rian langsung pamit kepada ibunya untuk pergi.
Rian : bu, saya pergi dulu, jaga diri ibu baik – baik disini, saya janji akan pulang membawa kesuksesan.
Setelah selesai mencium tangan ibunya dia langsung naik ke bus, ibunya memandangi bus itu sampai tidak terlihat lagi.
-skip di tanah rantauan-
Akhirnya dia sudah sampai di tanah rantauan, daerah yang ditujunya yaitu daerah Jawa, dia agak bingung mau kemana, sebab dia tidak mempunyai keluarga satupun di Jawa, dia terus berjalan tanpa arah, setelah sampai di sebuah perempatan dia melihat seorang laki – laki  sedang kebingungan dengan mobilnya, diapun mendekati laki – laki tersebut.
Rian : mohon maaf pak, ada yang bisa saya bantu...
Pak X : sepertinya mobil saya lagi mogok, boleh tau namamu siapa nak...
Rian : saya Rian pak, boleh saya lihat mobilnya...
Pak X : oh iya, silahkan...saya juga lagi buru – buru sekali.
Setelah memeriksa mobilnya, ternya ada beberapa kabel yang putus dan mulai memperbaiki mobil tersebut.
Rian : oke pak udah selesai, coba mobilnya dihidupkan.


                                                                         Part 4 

Akhinya mobil itupun bisa hidup juga dan bapak itu mengucapkan terimakasih kepadanya, lalu memberikan sebuah kartu nama, bapak tersebut bernama Haerul Wijaya.
Pak HW : besok kamu ke kantor saya ya...
Rian : iya pak, insya allah.
Diapun melanjutkan perjalanannya untuk mencari kost, dia akhirnya menemukan kost tersebut, keesokan harinya dia mendatangi kantor pak Haerul Wijaya. Dia melihat satpam sedang berdiri , lalu berjalan  menghampirinya.
Rian : permisi pak, apa benar disini kantornya pak Haerul Wijaya...
Satpam : iya benar, ada keperluan apa y...?
Rian : saya disuruh pak Wijaya kesini...!!!!
Satpam : mungkin mas ini hanya modus, penampilannya aja kampungan, gak mungkin dia kenal pak Wijaya “pikirnya” mohon maaf mas, anda tidak boleh bertemu dengan pak Wijaya !!
Setelah kejadian tersebut tiba – tiba pak Wijaya datang..
Pak Wijaya : emangnya kamu siapa berhak mengatur saya harus bertemu sama siapa “berkata kepada satpam tadi”
Satpam : mohon maaf pak...
Pak Wijaya : mulai sekarang kamu saya pecat, karena sudah berkerja tidak profesional.
Pak Wijaya adalah seorang pemimpin yang sangat bijaksana dan berwibawa dalam segala hal.
Pak Wijaya : ya udah kamu masuk, ke ruangan saya, kamu tolong antar mas ini ke ruangan saya “berkata kepada sekertarisnya”
-skip Ruangan Pak Wijaya-
Pak Wijaya : makasih ya mas Rian kemarin sangat membantu, karena berkat mas Rian, saya tidak telat menemui client penting, sebab nyawa perusahaan ada di client itu.
Rian : iya pak, saya ikhlas membantu bapak...
Pak Wijaya : sebagai tanda trimakasih saya, tolong mas Rian terima uang ini.
Rian : mohon maaf pak, saya tidak bisa menerimanya, karena saya membantu bapak ikhlas, saya Cuma butuh pekerjaan pak.


                                                                           Part 5

Pak Wijaya : iya udah, mulai besok kamu berpakaian yang rapi ya, mulai besok kamu sudah boleh berkerja di perusahaan ini.
Mendengar hal tersebut dia sangat senang sekali, karena sudah mendapatkan pekerjaan.
Pak Wijaya : karena kamu sudah berkerja disini, jadi kamu harus tinggal di apartemen perusahaan.
Rian : iya pak, terimakasih banyak sebelumnya, karena bapak sudah banyak membantu saya.
Pak Wijaya : Rama dan Anas akan mengantar kamu ke apartemen itu.
Akhirnya Rama dan Anas mengantar Rian ke apartemen, Rian tidak percaya dia bisa tinggal disebuah apartemen yang sangat mewah dan megah, semenjak itu Rama dan Anas menjadi sahabat baik Rian. Mereka menjadi sahabat yang sangat solid, saling membantu jika salah satu diantara mereka ada yang mendapakan kesusahan. Rian mendapatkan gaji pertamanya cukup tinggi, sekitar 6 juta per-bulan, maklum baru pertama masuk. Sedangkan Rama dan Anas 6,5 juta. Rian adalah salah satu karyawan yang sangat ulet, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap perusahaan. Maka dari itu pak Wijaya sering mendelegasikan tugas perusahaan kepada Rian. Pak Wijaya juga agak ragu dengan kinerja Rian, dia ingin melihat kinerja Rian yang sebenarnya, akhinya dia menyuruh putrinya menyamar menjadi karyawan biasa dan menyelidiki kinerja Rian yang sebenarnya, apakah dia pantas diangkat menjadi Mananger Perusahaan.
Anisah ingin menyamar menjadi seorang karyawan biasa yang berasal dari kampung, penampilannya dari yang berparas cantik menjadi kudet bangat, mendengar hal itu ayahnya sangat setuju dengan pendapat Anisah.
-skip apartemen Rian-
Rama : kok Rian terlihat murung gitu ya Nas....
Anas : kurang tau juga, mungkin dia lagi ada masalah kali...
Rama : hum..mungkin seperti itu..ayo kita hibur dia.
Mereka berdua mencoba menhibur dan menyelesaikan masalah sahabatnya, Rianpun menceritakan semua masalahnya, karena udah 1,5 tahun Widya tidak memberinya kabar dan handphone Widya yang sudah tidak aktif, akhirnya mereka menyuruh Rian melihat Widya lewat FB atau Instagram.
Anas : kenapa lu gak buka Instagramnya aja, mungkin Lu bisa tau alasan kenapa Widya jauhin lu.
Rama : benar tuh...
Rian : oh iya, kenapa aku bego gini yah...


                                                                       Part 6

Dengan cepat dia mengambil HPnya, lalu membuka Instagram. Sungguh hancur hati Rian melihat perubahan Widya, Rian hanya bisa menangis sangat keras, karena mengetaui Widya sudah punya pacar baru.
Anas : kenapa sih lu nangis seperti itu..
Dia hanya terdiam, lalu menunjukan foto Widya dan laki – laki lain dengan caption “kalau ada yang mapan kenapa harus milih yang miskin”.
Rama : lu yang tegar ya, mungkin Allah menunjukan Widya bukan yang terbaik buat lu.
Setelah beberapa minggu kejadian itu, Rian Sudah mulai bisa melupakan Widya.
-skip Jepang-
Jason yaitu laki – laki yang dekat dengan Widya di Jepang, mereka ke mana – mana selalu berdua, saat itu Widya sedang mengerjakan tugas kuliah. Tiba – tiba ada bunyi suara deringan Hand Phonenya, diapun melihat ternyata Jason yang menelponnya dengan cepat dia mengangkat dan rela meninggalkan pekerjaan tugasnya gara – gara Jason mengajaknya jalan. Widya tidak menyadari bahwa dia sudah menyukai Jason. Anna sahabat Widya juga kuliah ke Jepang, Anna sering mengingatkan Widya agar tidak mendekati Jason, karena Anna tau Jason adalah laki – laki play boy papan atas, tetapi Widya tidak pernah percaya dengan sahabatnya itu. Widya dan Jason sudah saling mengenal selama 2 tahun, Widya sudah sangat mencintai Jason, tetapi Jason sendiri hanya memamfaatkannya, karena semua tugas kuliahnya selalu dikerjakan oleh Widya.
-skip Jawa-
Pagi itu Rian berangkat kerja dengan rasa semangat, dia ingin berusaha melupakan Widya, karena Widya bukan wanita yang baik buatnya, dia sampai ke kantor pukul 06.30 karena dia merupakan salah satu karyawan yang paling disiplin. Setelah itu datanglah pak Haerul Wijaya, dia melihat Rian “anak ini sudah datang juga” *batin*
-skip Ruangan Meeting-
Pak Wijaya : oke...terimakasih semuanya, atas perhatian kalian “menutup presentasi”
Pak Wijaya melanjutkan pembicaraan, dia ingin memperkenalkan kayawan baru.
Pak Wijaya : baiklah semuanya, saya ingin memperkenalkan karyawan baru disini, namanya Anisah...oke Anisah perkenalkan dirimu.
Anisah : nama saya anisah, biasa dipanggil nisah, saya lulusan S2, “akhirnya dia lupa kalau lagi menyamar” lalu melanjutkan pembicaraannya maaf maksudnya lulusan SMA * agak malu*
Semua karyawan menertawainya, termaksud pak Wijaya.


                                                                        Part 7

Pak Wijaya : oke Anisah cukup, saya harap kalian semua dapat menerima Anisah di kantor ini dengan baik dan saya meminta bantuan Rian untuk mengawas dan mengajari Anisah selama dia di perusahaan ini.
Rian : baik pak...
Mereka berduapun menjadi sahabat, Anisah mengawasi semua aktivitas Rian selama berkerja, tapi Rian tidak mengetahui hal tersebut. Rian bingung dengan Anisah, dia baru berkerja disini tapi sudah tau semua posisi perusahaan. Anisah mengajak Rian makan dan mau traktir, dengan alasan sudah banyak membantunya, selama dia berkerja.
Anisah : Ri, makan yuk, aku mau traktir kamu...
Rian : aku aja yang traktir, masa cewe traktir cowo sih..
Anisah : gak papa kok, agap aja ini sebagai tanda terimakasih aku ke kamu..
Rian : oh...ya udah deh...
-skip restauran-
Rian : kok kita pergi ke tempat mahal kaya gini sih...emangnya kamu punya uang..
Anisah : ya, gak papa, sekali-sekali cari yang mahal
Rian : hehehe, ya udah deh “ sambil tersenyum”
Anisah : ternyata dia orangnya asik dan menyenangkan juga ya “batin”
Rian : kok kamu malah diam dan melamun sih...
Anisah : ehhh, sorry ...*ternyata Anisah mulai menyukai Rian* melanjutkan pembicaraan , ya udah aku ke toilet bentar ya...
Anisah pergi berjalan menuju toilet, dia agak malu dengan tingkahnya tadi. Sedangkan Rian sudah lama sekali menunggu Anisah.
Rian : kok Anisah lama banget ya ke toilet “pikirnya”
Karena sudah terlalu lama menunggu Rianpun menyusul Anisah ke toilet, sebelum dia bangun ternyata Anisah sudah kembali, tiba – tiba saja Anisah kepleset pengen jatuh dengan segera Rian menangkapnya, sungguh kejadian yang sangat romantis, mereka saling menatap satu sama lain. Dan jantung mereka berdua saling bedetak kencang.
Rian : kok tiba – tiba jantungku berdetak kencang seperti ini ya “batin”
Anisah : kok tiba – tiba jantungku berdetak kencang seperti ini ya “batin”
Mereka berdua hanya terdiam, saling berkata dalam hati..saling menyadarkan


                                                                    Part 8

Rian : ehh..sorry aku gak sengaja
Anisah : gak papa kok, malah aku yang seharusnya berterimakasih...
Rian : oh iya, pulang yuk, aku yang ngantarin ya..
Anisah : iya deh...tapi gan ngerepotin nih...
Rian : santai aja Kok...
Rian mengantarnya mengunakan sepeda motor, sambil di jalan mereka membicarakan sesuatu..
Rian : nis...kamu lulusan SMA, tapi kok pintar bangat..
Anisah: asalkan kita mau belajar, pasti bisa kok Ri “semoga aja Rian gak curiga, kalau aku lulusan S2” *batin*
Rian : oh...iya juga sih..
-skip kost Anisah-
Anisah : makasih ya sudah di antarin “tersenyum”
Rian : iya sama-sama, iya udah aku pulang dulu...assalamualaikum
Anisah : waalaikummussalam...
-skip Apartemen-
Sesampai di kamarnya rian menelpon ibunya, lalu sudah di angkat oleh ibunya.
Rian : assalamualaikum bu
Ibu R : waalaikummussalam, gimana kabarmu nak..
Rian : alhamdulillah baik bu, oh iya bu, uangnya udah saya tranfer..
Ibu R : iya nak, terimakasih..
Rian : ibu tidak usah berterimakasih, itu udah kewajiban Rian sebagai Anak..oh iya bu, Rian tidur dulu, assalamualaikum
Ibu R : waalaikumsalam..ya allah selalu lindungilah anakku “batin”
-skip Jepang-
Widya diajak jalan oleh Jason, katanya mau kesebuah taman, Jason sudah menyediakan semuanya, suasananya sangat romantis, dia ingin mengungkapkan isi hatinya kepada Widya.


                                                                       Part 9

Jason : Wid...aku suka sama kamu, mau gak jadi pacar aku “dalam bahasa Jepang”
Mendengar perkataan Jason dia sangat senang sekali, kalau ada yang ganteng dan kaya, ngapain aku menolaknya, dari pada Rian Cuma anak miskin “pikirnya”. Ternyata semenjak ke Jepang Widya sudah dibutakan dengan materi dan hanya memikirkan uang. Widya mulai menjawabnya.
Widya : iya aku mau “ dalam bahasa Jepang”
Setelah menjadi pacar Jason, dia langsung memposting lewat Instagram, dengan caption “akhirnya bisa juga punya pacar kaya dan ganteng”. Rian yang sedang membuka instagram dan melihat caption Widya tersebut langsung menangis, “ternyata karena aku miskin dia meninggaalkanku” *batin*.
Akhirnuya Rian tambah semangat dia ingin membuktikan kalau suatu saat nanti dia akan menjadi orang yang paling sukses, dia ingin membuat Widya menyesal karena telah meninggalkannya.
-skip di kantor-
Rian kelihatan bersemangat sekali dalam berkerja, dia banyak sekali mencari konsumen perusahaan, Anisah sangat senang sekali melihat kemajuan Rian, lalu dia berjalan ke arah Rian.
Anisah : wih..tambah semangat aja nih kerjanya..
Rian : iya, aku mau membuktikan suatu hal, pada seseorang..
Anisah : iya udah, selalu semangat ya kerjanya.
Anisah lalu meneruskan perjalanannya, dia melihat Anas dan Rama sahabat Rian.
Anisah : boleh gak aku bicara sama kalian berdua, kalau kalian gak sibuk
Anas dan Rama : iya boleh
Anisah : kalian tau gak kenapa Rian seperti itu..
Mereka berdua akhirnya menceritakan tentang Rian yang di selingkuhin pacarnya, Anisah yang mendengar hal tersebut, semakin prihatin dengan Rian.
Rian kembali melihat kemesraan Widya dan Jason di istagram, akhirnya di unfolow si Widya, dia selalu memikirkan penghianatan Widya pada dirinya, setelah menyelesaikan semua pekerjaan, dia siap – siap mau pulang kerja. Dengan kecepatan tinggi dia mengendarai motornya “sambil melamun tentang foto mesrah Widya dan pacarnya tadi, disebuah pertiga tiba-tiba ada seorang bapak lewat dengan cepat dia menghindari bapak tersebut dan menabrak pohon. Orang – orang yang ada disitu membawanya ke rumah sakit. Dan seseorang mencoba menghubungi salah nomor di handphonenya, ternyata yang di telepon adalah pak Wijaya. Mendengar deringan handphonenya pak Wijaya langsung mengangkat.


                                                                            Part 10 
 
Pak X : hallo, assalamualaikum
Pak Wijaya : waalaikumsalam,..iya Rian , ada apa..?
Pak X : mohon maaf sebelumnya pak ini saya pak amin, saya menemukan mas Rian tadi habis kecelakaan.
Pak Wijaya : oh...iya pak amin, sekarang Rian ada di rumah sakit mana..?
Pak Amin : di rumah sakit..bla..bla...”sambil memberitau alamat rumah sakit”.
Setelah selesai menerima telepon dari bapak tadi, pak Wijaya langsung menelpon Anisah untuk menemani Rian di rumah sakit sampai sembuh.
-skip rumah sakit-
Anisah : permisi sus...saya mau tanya pasien atas nama Rian
Suster : oh..iya , saya cari dulu bentar, pasien atas nama Rian ada di kamar nomor 05
Anisah : makasih sus...
Anisah langsung jalan menuju kamar 05, dan dia melihat Rian yang sedang berbaring, lalu dia berjalan mendekatinya.
Anisah : cepat sembuh ya Ri...
Dokter datang memeriksa keadaan Rian
Anisah : gimana keadaannya dokter..
Dokter : gak usah khawatir bu, dia hanya sok, dan  membutuhkan terapi beberapa hari, agar bisa berjalan kembali.
Anisah : makasih dok..
Anisah melihat Rian mulai membuka kelopak matanya, dengan cepat Anisah memeluk pria yang dia cintai itu.
Rian : kok kamu datang jengukin aku pagi – pagi gini, kerjaan mu di kantor gimana..?
Anisah : tenang aja pak Wijaya menugaskan aku disini untuk merawat kamu sampai sembuh Ri..
Rian : makasih ya nis, kamu sekhawatir itu sama aku..
Anisah : hanya diam “sebenarnya aku sayang banget sama kamu Ri” *batin*


                                                                        Part 11

Rian : kok malah diam..?
Anisah : ehh...gak papa kok, oh iya kata dokter kamu harus latihan jalan beberapa hari ini, dan aku akan bantuin kamu sampai sembuh.
Karena kecelakan itu tulang Rian menjadi sangat lemah, sehingga dia kesulitan untuk berjalan, Anisah mulai membantu Rian untuk berjalan, beberapa hari kemudian akhirnya Rian kembali bisa berjalan. Anisah yang melihat itu sangat senang sekali, diapun berlari kearah Rian tiba – tiba Anisah kesandung batu dan jatuh, Rian yang melihat itu dengan cepat membantu Anisah.
Rian : Nis..kamu gak papa, wah...kaca mata mu jatuh..
Anisah : iya Ri gak apa – apa ..
Rian : subhanallah , kenapa aku baru sadar ya, kalau Anisah cantik sekali tanpa kaca matanya...”batin”
Anisah : kok kamu malah diam Ri..
Rian : eh.. sorry, kamu kalau gak pake kaca mata cantik bangat y...
Anisah : alah...kamu sekarang udah pintar gombal ya
Rian : serius nis, aku orangnya jujur.
Mereka saling memandang satu sama lain, mereka berdua mulai jatuh cinta...
Rian : Nis...”mulai memegang tangan Anisah”
Anisah : iya Ri “pipinya Anisah mulai memerah”
Rian : idih...pipinya kok merah..hehehe
Anisah : dasar kamu ya, ngeledikin
Mereka saling tertawa bahagia
Rian : Nis...aku tuh sayang banget sama kamu, aku selalu nyaman di dekat kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?
Akhinya apa yang diimpikan Anisah selama ini terjadi juga
Anisah : “ ya allah mimpi apa aku semalam” *batin* melanjutkan pembicaraan, maaf Ri aku gak bisa..
Rian : oh...gitu ya...aku kira , kita memiliki perasaan yang sama.


                                                                         Part 12

Anisah : hehehe...maksud aku, gak bisa nolak, soal momen ini yang aku tunggu – tunggu selama ini..
Rian : dasar kamu ya “ merasa sangat senang sekali dan mulai memeluk Anisah”
Anisahpun memeluknya, mereka sangat bahagia sekali, karena cinta mereka tidak bertepuk sebelah tangan.
Anisah : Ri, Pulang Yuk...
Rian : kitakan udah pacaran nih, panggilnya sayang aja...
Anisah : iya deh sayang, tapi di kantor pake nama aja ya..
Rian : siap bos..
Anisah : hehehe...”tersenyum sambil memukuli bahu Rian”
Rian : katanya mau pulang....hehehe, masih betah sama aku disini ya
Anisah : dasar kamu, ayo pulang
Merekapun pulang dengan mengendarai motor sport Rian..
-skip Jepang-
Widya mulai kelelahan dengan tugas – tugas kuliahnya yang banyak, apalagi dia harus mengerjakan tugas Jason.
Widya : kayanya aku butuh refreshing nih “pikirnya”
Dia pergi ke rumah Jason tanpa menelpon terlebih dahulu. Makanya dia mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya tentang siapa Jason yang sebenarnya.
-skip Rumah Jason-
Jason adalah salah satu anak miliader yang kaya raya asal Jepang, dia hidup hanya mengandalkan kekayaan orang tuanya, setiap hari kerjaannya hanya bisa menghambur – hamburkan uang ayahnya.
Setelah sampai Widya melihat Jason sedang membawa seorang wanita cantik dengan mengendarai mobil mewah, Widyapun berusaha mengikutinya.
-skip Restauran-
Ternyata Jason membawa wanita itu kesebuah restauran termewah di Jepang. Widya hanya memperhatikan mereka dari meja sebelah. Bertapa kagetnya dan hancurnya hati Widya melihat Jason mengungkapkan perasaannya ke wanita lain. Dia selalu susah payah selama ini


                                                                                Part 13
 
mengerjakan semua tugas kuliah Jason, karena berharap jason bisa mencintainya. Widya langsung bangung dari tempat duduk lalu menamparnya.
Widya : mulai sekarang kita putus “dalam bahasa Jepang”
Jason : oke, kalau kamu maunya seperti itu, lagi pula aku tidak pernah suka apalagi mencintai kamu.
Widya hanya bisa menangis, dan menyesali semua yang terjadi, dia langsung pulang ke apartemenya.
-skip apartemen Widya-
Anna : kok kamu nangis Wid
Widya : ternyata kamu benar, Jason bukan laki – laki yang baik, maafin aku ya, selama ini aku gak pernah percaya sama kamu..
Anna : iya gak papa kok, udah jangan sedih lagi.
Setelah kejadian itu, Widya merasa menyesal telah meninggalkan Rian, dan mulai menghubungi Rian, tetapi semua kontak Rian sudah tidak ada yang aktif lagi.
-skip Jawa-
Semenjak Anisah dan Rian pacaran, mereka berdua semakin dekat di kantor, Anas dan Rama  mulai mencurigai mereka berdua.
Rama : Nas...kok Rian sama Anisah semakin dekat aja ya, apa jangan – jangan mereka pacaran ya..
Anas : gak mungkin, di kantor ini kan gak boleh pacaran dengan sesama karyawan sini dan kalau ketauan pak Wijaya pasti mereka berdua langsung dipecat.
Rama : oh iya ya, mungkin hanya perasaan aku aja.
Anas : ayo kerja, pak Wijaya sudah datang tuh
Mereka kembali melanjutkan pekerjaannya, pak Wijaya memanggi Anisah untuk menemuinya di ruangan. Anisah langsung saja menuju ruangan ayahnya.
Anisah : assalamualaikum..”sambil mengetok pintu”
Pak Wijaya : waalaikumsalam, iya masuk “mempersilahkan putrinya duduk” melanjutkan pembicaraan, oh iya..gimana kinerja Rian selama kamu bersamanya?
Anisah : sepertinya dia cocok kita angkat sebagai manager perusahaan ini pak, soalnya kinerjanya selama ini saya perhatikan semakin meningkat dan berkat Rian yang handle beberapa konsumen, perusahaan kita memperoleh keuntungan 3x lipat tidak seperti biasanya.


                                                                             Part 14

Pak Wijaya : ya udah besok, di ruangan meeting bapak akan mengangkatnya sebagai manager perusahaan ini.
Keesokan harinya, semua karyawan sibuk mempersiapkan file untuk meeting, pak Wijaya sebagai pemimpin perusahaan menjelaskan semua prosedur perusahaan dan keuntungan perusahaan semakin meningkat, dari tahun ke tahun.
Pak Wijaya : terimakasih semuanya, berkat kerja keras kalian semua perusahaan ini semakin maju, dan hari ini saya akan memberitahukan beberapa hal penting yang harus kalian ketahui, melanjutkan pembicaraan, saya akan mengangkat salah satu karyawan untuk menjadi manager baru di perusahaan ini.
Semua karyawan saling memandang satu sama lain, kira – kira siapa yang akan menjadi manager baru “pikir mereka”.
Pak Wujaya : oke, saya sudah mengetahui kinerja orang ini dan dia memang pantas untuk mendapatkannya, melalanjutkan pembicaraan mulai hari ini saya resmikan Rian sebagai manager baru di perusahaan ini.
Mendengar hal tersebut Rian tidak percaya, sudah 3 tahun berkerja akhirnya dia diangkat menjadi manager perusahaan, sedangkan karyawan lain yang lebih lama darinya tidak seberuntung dirinya.
Rian : saya ucapkan banyak terimakasih untuk kepercayaan bapak kepada saya, saya berjanji akan lebih giat lagi dalam berkerja dan meningkatkan omset penjualan perusahaan ini.
Pak Wijaya : iya Rian sama – sama dan saya juga ingin mengumumkan bahwa Anisah adalah putri kandung saya.
Rian sangat terkejut dengan perkataan pak Wijaya, dia langsung ijin meninggalkan ruangan meeting. Anisah yang melihat hal tersebut merasa bersalah, karena sudah merahasiakan sebelumnya dari Rian. Setelah Rian keluar, Anisah juga ijin keluar menyusulinya. Anisah melihat Rian duduk disebuah kursi, yang cukup untuk dua orang, diapun mendekatinya.
Anisah : maaf ya, selama ini aku sudah tidak jujur sama kamu !!!, melanjutkan pembicaraan aku melakukan semua ini karena disuruh oleh ayahku..
Rian : ya aku minta maaf juga, terus bagaimana dengan hubungan kita, apakah ayahmu menyetujuinya, putrinya mendapakatkan karyawan rendahan seperti aku ini.
Anisah : ayahku orangnya tidak memandang status sosial seseorang, tetapi dia hanya melihat tanggung jawabnya.
Mendengar kata – kata Anisah menjadi motivasi terbesar Rian untuk mendapatkan Anisah.
Semenjak menjadi manager perusahaan Rian sudah bisa membeli mobil sendiri, gajinya juga sudah cukup besar 25 juta per-bulan. Dia juga sudah membeli rumah yang cukup besar, .


                                                                               Part 15

Walaupun semua itu hanya cicilan, untuk masa depannya dengan Anisah. Setelah 4 tahun berkerja Rian mendirikan perusahaan sendiri dan sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta pusat, itu semua berkat bantuan modal dari pak Wijaya dan Pak Wijaya senang putrinya mendapatkan laki – laki yang cukup hebat seperti Rian.
-skip Jepang-
Empat tahun sudah berlalu, Widya sudah menjadi seorang sarjana muda. Saatnya dia untuk kembali ke Indonesia.
Widya : aku pamit pulang dulu ya anna “pamitan kepada sahabatnya”
Anna : ya udah hati – hati dijalan
Anna sahabat Widya akan menetap selamanya di Jepang, sebab dia mendapatkan calon suami disitu.
-Skip Bima-
Akhirnya Widya sudah sampai Bima yaitu kota kelahirannya dulu, dia langsung ke rumah Rian,  karena sudah cukup lama di Jepang, dia melihat banyak sekali perubahan, dia agak ragu mau masuk ke rumah mewah tersebut, setelah beberapa saat kemudian, ada seorang ibu – ibu keluar dari rumah tersebut. Ternyata ibu itu adalah ibunya Rian.
Widya : assalamualaikum...
Ibu R : waalaikumsalam..cari siapa ya nak..
Widya : mau cari Rian bu, apa benar ini rumah Rian, soalnya rumah ini sudah banyak berubah.
Ibu R : iya mbak, saya ibunya Rian, sekarang dia lagi di Jakarta.
Widya : saya Widya Bu, pacarnya Rian dulu..
Ibu R : oh...nak Widya yang kuliah ke Jepang itu kan.
Widya : iya bu, oh iya bu..Rian kapan balik ke sini lagi.
Ibu R : katanya sih besok udah nyampe sini, kira – kira seminggu.
Widya : ya udah bu, saya pulang dulu, assalamualaikum..
Ibu R : waalaikumsalam..
-skip Jakarta-
Semenjak memiliki beberapa perusahaan di Jakarta Rian menjadi sangat sibuk sekali. Besok dia berencana kembali ke Bima, udah cukup lama dia meninggalkan kampung halamanya.


                                                                             Part 16

Rian mengajak Anisah pulang bareng ke Bima, karena ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan, Anisah berencana menyusul Rian keesokan harinya. Akhinya Rian pulang sendirian saja ke Bima.
Rian : kalau semua urusan kamu besok sudah selesai besok langsung nyusul aku ke Bima ya..
Anisah : iya sayang, aku pasti nyusulin kamu, aku juga mau ketemu calon  mertua
Rian : dasar kamu, ya udah aku berangkat dulu, assalamualaikum..
Anisah : waalaikumsalam, sayang
Anisah sudah sangat mencintai laki – laki itu, karena dia sudah sangat nyaman dengan Rian. Rian langsung naik ke pesawat, Anisah tidak pernah membalikan pandangan matanya ke Rian, padahal mereka hanya berpisah sehari.
-skip Bima-
Setelah beberapa jam akhirnya sampai juga. Begitu banyak sekali perubahan yang terjadi di kampung halamanya, selama dia pergi dalam waktu yang cukup lama, Rian di jemput oleh supir pribadinya dan sampai juga di rumah. Rian melihat dua orang wanita yang berdiri di depan rumahnya. Ternyata kedua wanita tersebut, ibunya dan Widya.
Rian : assalamualaikum....
Ibu R : waalaikumsalam...”berlari memeluk anaknya”
Sudah sekian lama berpisah, akhirnya ibu dan anak itu bertemu kembali. Ibu itu selalu saja memeluk anaknya sambil menangis, untuk melepaskan semua kerinduannya.
Rian : oh ya bu, wanita itu, siapa..?
Karena sudah lama tidak bertemu Rian sudah tidak mengenali Widya.
Ibu R: itu Widya pacar kamu dulu, yang kuliah ke Jepang...
Widya : hay..Rian, ada waktu gak aku mau bicara sesuatu yang penting sama kamu.
Rian : iya juga, besok aja..soalnya aku mau, istirahat..
Widya : oh...iya, aku tunggu besok di danau saat – saat kita pacaran dulu.
Rian : apa dia anggap aku pacarnya ya, iya sih belum ada kata putus diantara kami berdua “batin”.
Widya : kok kamu malah ngelamun...”jangan – jangan dia ngelamunin aku” *batin*
Rian : iya..sorry..mungkin karena efek kecapean di jalan.


                                                                          Part 17

Melanjutkan langkah kakinya menuju pintu masuk gerbang. Widya langsung pulang ke rumanya.
Widya : ternya Rian udah tambah ganteng dan mapan sekarang “pikirnya”
Widya berusaha untuk mendapatkan Rian kembali menjadi pacarnya. Keesokan harinya Rian menunggu Widya ke danau, Rian ingin memutuskan Widya, karena ingin mengakhiri semua hubungannya dengan wanita itu. Widya yang datangnya sangat awal sekali, tapi dia melihat Rian yang sudah menunggunya di sebuah batang pohon. Widya langsung mendekatinya.
Widya : udah lama Ri...
Rian : eh...Widya, iya baru sampai juga.
Widya : tumben datangnya cepat, biasanya pas pacaran dulu selalu terlambat.
Rian : iya sih itukan dulu, gak enak kalau kamu nunggu lama – lama, lagi pula tepat waktu itu lebih baik.
Widya yang mendengar hal itu tersenyum, dia mengira kalau Rian masih menyukainya. Mereka berdua duduk sangat lama di batang pohon tersebut, saling menceritakan pengalaman mereka masing – masing. Widya yang mendengar Rian sudah memiliki banyak perusahaan di Jawa dan Jakarta, merasa menyesal karena telah meninggalkannya dulu.
Anisah  dan sahabat – sahabat Rian, baru saja sampai di bandara sultan salahuddin, mereka di jemput oleh supir Rian, sempai di rumah Anisah langsung menanyakan Rian kepada ibunya. Ibunya Rian mengenal Anisah, karena Rian sering menceritakan Anisah setiap menelpon Ibunya.
Anisah : bu, Rian dimana?
Ibu R: tadi dia katanya ke danau sama pacarnya ?
Anisah yang mendengar hal tersebut langsung kaget, agak pucat
Anisah : Widya itu ya bu..
Ibu R : iya nak..
Anisah : bukannya mereka sudah putus bu..
Ibu R : ibu juga kurang tau nak..
Anisah langsung menyusul Rian ke danau, bertapa kecewa sekali apa yang dilihatnya, dia melihat Widya berpegangan tangan dengan Rian dan langsung berpelukan padahal mereka baru saja selesai putus, semua yang dia lihat merupakan salah paham. Rian yang melihat Anisah pergi dari danau itu langsung mengejarnya. Widya mengingat semua kenangan indahnya saat dia pacaran besama Rian dulu, hampir setiap hari mereka selalu duduk


                                                                              Part 18

bersama, saling kejar – mengejar, dan kenang - kenangan itupun sirnah gara – gara keselahanya sendiri. Widya langsung menyusul Rian.
Rian yang melihat Anisah sedang duduk disebuah kursi belakang rumahnya, sambil menangis. Anisah ingin Ijin ke Rian bahwa dia mau kembali ke Jawa, karena tidak ada yang bisa diharapkan lagi olehnya. Rian datang langsung memeluk Anisah dari belakang.
Rian : kenapa sih tadi kamu harus pergi, kamu tau gak kalau wanita tadi itu masa laluku, kalau kamu itu masa depanku.
Anisah : hanya terdiam, membalikan badannya, lalu memeluk Rian. Mulai berbicara aku hanya takut kehilangan kamu Ri.
Widya yang datang menyaksikan mereka yang sedang berpelukan, tidak bisa menahan air matanya, dia benar – benar menyesali semua yang terjadi.
Pak Wijaya juga mengunjungi daerah kelahiran Rian, sebab putrinya akan melangsungkan penikahan bersama Rian, dan akhinya Rian dan Anisah hidup bahagia sampai akhir hayat menjemput keduanya.

-THE END-

Saran :
 cintailah seseorang karena Allah, dan janganlah mencintai karena apa yang dia miliki, sesungguhnya, itu semua hanya titipan darinya, yang suatu saat nanti akan kembali kepadanya.
Selalu setia pada pasanganmu, karena suatu saat ada orang yang dapat membahagiakannya melebihi dirimu, maka dirimu sendirilah yang akan menyesalinya.
Janganlah persimis dengan kehidupanmu yang sekarang, yakin dan optimislah bahwa suatu saat kamu akan menjadi orang yang sukses, asalkan ada usaha, kerja keras dan do,a dari orang tua.


jangan lupa juga kunjungi link dibawah ini :

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5879367091900922822#editor/target=post;postID=8251312594541534258;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=2;src=postname

Komentar

Postingan Populer